1. Benteng Somba Opu dan Taman Budaya Sulawesi Selatan
Lontara Sejarah Gowa memberitahukan, bahwa Raja Gowa X,Tunipallangga, yang memerintah antara 1548 dan 1566, "membangun benteng batu bata sekeliling pemukiman Gowa dan Somba Opu", mungkin sekali untuk menggantikan 'tembok' tanh liat yang sebelumnya melindunginya. Hanya beberapa dasawarsa saja, sekeliling benteng baru berkembang kota Makassar yang semenjak awal abad ke-17 tercatat sebagai salah bandar niaga terpenting dunia. Sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan Kerajaan Gowa-Tallo, benteng ini sejak pertengahan abad ke 17 berkali-kali diserang oleh Kompeni Dagang Belanda VOC bersama sekutu-sekutunya, yang dapat menguasai dan meratakannya dengan tanah pada tahun 1669. Benteng Somba Opu, menurut sejarahrawan terkenal Anthony Reid “Benteng terkuat yang pernah dibangun oleh orang Indonesia”, sejak waktu itu dilupakan, bukan hanya benteng itu, tetapi juga historis Kota Makassar dimusnahkan sebagai akibat “Perang Makassar” itu, dan sebuah pemukiman baru dibangun sekeliling fort Rotterdam yang dijadikan stronghold kompeni Dagang Belanda VOC.
Pada akhir tahun 1980-an Benteng Somba Opu ‘ditemukan kembali’ oleh sekelompok ilmuwan: ternyata perang itu menghancurkan keseluruhannya, dn sejak tahun 1990 puing-puing tembok benteng diekskavasi dan sebagian direkonstruksi. Sejak itu diusahakan pula menjadikan wilayahnya sebuah open air museum dengan membangunkan rumah-rumah adapt yang memiliki semua suku bangsa di Sulawesi dan membukanya bagi ilmuwan dan seniman yang ingin meneliti dan berkarya di situ. Sejak pertengahan tahun 1990-an kawasan taman miniature somba opu itu diserahkan kepada Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan, dan dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata budaya di kota Makassar.
2. Benteng Ujung Pandang (Fort of Rotterdam)
Dalam bentuknya sekarang, benteng yang kini terdapat di tengah kota Makassar ini dibangun oleh Kompeni Dagang Belanda VOC – sebelumnya, ia meruapakan salah satu dan puluhan tempat pertahanan dalam tembok pantai Makassar yang terbentang dan Barombong sampai ke Tallo. Benteng yang pada awalnya terbuat dari batu bata itu tahun 1667 diserahkan kepada VOC sebagai salah satu syarat perjanjian perdamaian dan dinamakan fort Rotterdam dengan memperingati nama kota kelahiran sang pemenang Perang Makassar, admiral Speelman; setelah dirombak total pada tahun 1673, ia dibangun kembali dengan mengikuti model benteng pertahanan Eropa abad ke-17.
Selama hampir 300 tahun benteng ini merupakan pusat pemerintahan Belanda di Sulawesi Selatan, dan didalamnya dan sekelilingnya dibangunkan gudang niaga, arsenal senjata dan tentara serta kantor-kantor administrasi militer para penjajah itu. Baru pada tahun 1937 Fort Rotterdam diserahkan untuk penggunaan sipil sebagai pusat budaya dan kesenian, antara lain untuk pendirian Yayasan Matthess, sebuah perpustakaan terkenal tentang sejarah, bahasa dan budaya Sulawesi.
Setelah perang dunia II, benteng yang sebelumnya dikelilingi sebuah parit lebar dan lapangan terbuka ini semakin didesakkan oleh bangunan-bangunan baru. Tembok sebelah selatan dibongkar pada tahun 1950-an dan bastion gerbang timurnya dirombak untuk membangun kantor pos pusat Makassar. Kini Benteng Ujung Pandang dikelola oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, sedangkn Museum Lagaligo yang berada di dalam benteng ini, dibawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kawasan ini menjadi salah satu obyek wisata budaya kota Makassar yang ramai dikunjungi wisatawan.
PARIWISATA KITA
Info Obyek Wisata Remaja, Petualangan, Agrowisata, Wisata Pendidikan, Industrial Tour, dll.
Selasa, 10 Februari 2009
Senin, 09 Februari 2009
Guru Pariwisata SMK Negeri 4 Makassar
Berikut ini daftar nama guru-guru program keahlian usaha perjalanan wisata SMK Negeri 4 Makassar:
1. Mustafa Tope, SST.Par
2. Maryam Yakob, S.Pd
3. Muttalib, S.Sos
4. Dasria Yahya, S.Sos
5. Rudi, S.Sos
6. Dra. Raja Sangngang
Sedangkan Kepala Sekolah : ibu Dra. Asnah Baharuddin, M.Pd
1. Mustafa Tope, SST.Par
2. Maryam Yakob, S.Pd
3. Muttalib, S.Sos
4. Dasria Yahya, S.Sos
5. Rudi, S.Sos
6. Dra. Raja Sangngang
Sedangkan Kepala Sekolah : ibu Dra. Asnah Baharuddin, M.Pd
Pariwisata Makassar
Kota Makassar yang pernah bernama Ujung Pandang adalah wilayah Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo yang terletak pada pesisir pantai sebelah barat semenanjung Sulawesi Selatan. Pada mulanya merupakan bandar kecil yang dihuni oleh Suku Makassar dan Bugis yang dikenal sebagai pelaut ulung dengan perahu PHINISI atau PALARI. Jika ditinjau dari sejarah Kerajaan Majapahit dibawah Raja HAYAM WURUK (1350-1389) dengan Maha Patih GAJAH MADA bertepatan dengan masa pemerintahan Raja Gowa ke-II TUMASALANGGA BARAYA (1345-1370), Makasar (Makassar) sudah dikenal dan tercantum dalam lembaran Syair 14 (4) dan (5) Kitab Negarakertagama karangan PRAPANCA (1364) sebagai Daerah ke-VI Kerajaan Majapahit di Sulawesi.
MASA SEJAK BERDIRINYA KERAJAAN GOWA DAN KERAJAAN TALLO 1. Kerajaan Gowa berdiri kira-kira tahun 1300 Masehi dengan raja yang pertama adalah seorang perempuan bernama TUMANURUNG (1320-1345) yang kawin dengan KARAENG BAYO berasal dari Bonthain yang menurunkan raja-raja Gowa selanjutnya.
2. Pusat Kerajaan Gowa ini terletak diatas bukit Takka'bassia yang kemudian berubah namanya menjadi Tamalate, tempat ini menjadi pusat Kerajaan Gowa sampai kepada masa pemerintahan Raja Gowa ke-VIII I-PAKERE TAU TUNIJALLO RI PASSUKKI (1460-1510).
3. Dalam masa pemerintahan Raja Gowa ke-VI TUNATANGKA LOPI 1445-1460) terjadi pembagian kerajaan, yaitu Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo, masing-masing dipegang oleh kedua puteranya yaitu Kerajaan Gowa dipegang oleh BATARA GOWA TUNIAWANGA RI PARALEKKANNA sebagai Raja Gowa ke-VII (1460) dan Kerajaan Tallo dipegang oleh KARAENG LOE RI SERO sebagai Raja Tallo Pertama.
4. Raja Gowa ke-IX DAENG MATANRE KARAENG MANGNGUNTUNGI yang bergelar TUMAPA'RISI KALLONA kedua kerajaan Gowa dan Tallo disatukan kembali dan diperintah oleh Raja Gowa, dan yang menjadi Mangkubumi adalah Raja Tallo. Kedua kerajaan ini sering disebut Kerajaan Makassar.
5. Pembangunan Benteng Somba Opu dari tanah liat pada tahun 1525 oleh Raja Gowa ke-IX TUMAPA'RISI KALLONNA (1510-1546). Dalam benteng ini dibanguna istana raja Gowa. Makassar (Kerajaan Gowa) menjadi pusat bandar niaga dengan syahbandar adalah DAENG PAMMATE yang diangkat pada tahun 1538. Sejak itu Makassar menjadi Ibu Negeri, dengan bertitik pusat pada Kota Raja Somba Opu.
6. Raja Gowa ke-X I-MANRIWAGAU DAENG BONTO KARAENG LAKIUNG TUNIPALLANGGA ULAWENG (1546-1565) Benteng Somba Opu disempurnakan dan dibangun dari batu bata.
7. Benteng Jumpandang (Ujung Pandang) yang mulai didirikan pada tahun 1545 pada masa pemerintahan TUMAPA'RISI KALLONNA kemudian dilanjutkan oleh TUNIPALLANGGA ULAWENG, maka oleh Raja Gowa SULTAN ALAUDDIN pada tanggal 9 Agustus 1634 membuat dinding tembok Benteng Ujung Pandang, dan pada tanggal 23 Juni 1635 dibuat lagi dinding tembok kedua dekat pintu gerbang sehingga menyerupai seekor penyu.
8. Raja Gowa ke-XIV I-MANGNGARANGI DAENG MANRABIA dengan gelar SULTAN ALAUDDIN memerintah mulai tahun 1593-1639 dengan Mangkubumi I-MAL-LING
MASA SEJAK BERDIRINYA KERAJAAN GOWA DAN KERAJAAN TALLO 1. Kerajaan Gowa berdiri kira-kira tahun 1300 Masehi dengan raja yang pertama adalah seorang perempuan bernama TUMANURUNG (1320-1345) yang kawin dengan KARAENG BAYO berasal dari Bonthain yang menurunkan raja-raja Gowa selanjutnya.
2. Pusat Kerajaan Gowa ini terletak diatas bukit Takka'bassia yang kemudian berubah namanya menjadi Tamalate, tempat ini menjadi pusat Kerajaan Gowa sampai kepada masa pemerintahan Raja Gowa ke-VIII I-PAKERE TAU TUNIJALLO RI PASSUKKI (1460-1510).
3. Dalam masa pemerintahan Raja Gowa ke-VI TUNATANGKA LOPI 1445-1460) terjadi pembagian kerajaan, yaitu Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo, masing-masing dipegang oleh kedua puteranya yaitu Kerajaan Gowa dipegang oleh BATARA GOWA TUNIAWANGA RI PARALEKKANNA sebagai Raja Gowa ke-VII (1460) dan Kerajaan Tallo dipegang oleh KARAENG LOE RI SERO sebagai Raja Tallo Pertama.
4. Raja Gowa ke-IX DAENG MATANRE KARAENG MANGNGUNTUNGI yang bergelar TUMAPA'RISI KALLONA kedua kerajaan Gowa dan Tallo disatukan kembali dan diperintah oleh Raja Gowa, dan yang menjadi Mangkubumi adalah Raja Tallo. Kedua kerajaan ini sering disebut Kerajaan Makassar.
5. Pembangunan Benteng Somba Opu dari tanah liat pada tahun 1525 oleh Raja Gowa ke-IX TUMAPA'RISI KALLONNA (1510-1546). Dalam benteng ini dibanguna istana raja Gowa. Makassar (Kerajaan Gowa) menjadi pusat bandar niaga dengan syahbandar adalah DAENG PAMMATE yang diangkat pada tahun 1538. Sejak itu Makassar menjadi Ibu Negeri, dengan bertitik pusat pada Kota Raja Somba Opu.
6. Raja Gowa ke-X I-MANRIWAGAU DAENG BONTO KARAENG LAKIUNG TUNIPALLANGGA ULAWENG (1546-1565) Benteng Somba Opu disempurnakan dan dibangun dari batu bata.
7. Benteng Jumpandang (Ujung Pandang) yang mulai didirikan pada tahun 1545 pada masa pemerintahan TUMAPA'RISI KALLONNA kemudian dilanjutkan oleh TUNIPALLANGGA ULAWENG, maka oleh Raja Gowa SULTAN ALAUDDIN pada tanggal 9 Agustus 1634 membuat dinding tembok Benteng Ujung Pandang, dan pada tanggal 23 Juni 1635 dibuat lagi dinding tembok kedua dekat pintu gerbang sehingga menyerupai seekor penyu.
8. Raja Gowa ke-XIV I-MANGNGARANGI DAENG MANRABIA dengan gelar SULTAN ALAUDDIN memerintah mulai tahun 1593-1639 dengan Mangkubumi I-MAL-LING
Langganan:
Komentar (Atom)